Jabatan yang Cocok Mengikuti Training dan Sertifikasi Driver
Pendahuluan
Tidak semua karyawan yang mengemudikan kendaraan perusahaan memiliki kebutuhan kompetensi yang sama. Ada yang sehari-hari membawa kendaraan operasional, mengantar pimpinan, mengangkut penumpang, sampai mengemudikan kendaraan untuk membawa barang dengan karakteristik tertentu. Karena tanggung jawabnya berbeda, kebutuhan kompetensinya pun tidak bisa disamaratakan. Di sinilah pembahasan mengenai jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver menjadi penting bagi perusahaan.
Sertifikasi driver BNSP dapat menjadi salah satu cara perusahaan memberikan pengakuan terhadap kompetensi kerja pengemudinya. Bahkan, dalam data BNSP terdapat berbagai skema sertifikasi pengemudi seperti Pengemudi Angkutan Keluarga, Taksi, Bus Pariwisata, AKAP, hingga pengemudi angkutan barang seperti alat berat, peti kemas, barang khusus, dan B3. Artinya, siapa saja yang perlu sertifikasi driver BNSP / jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver sebaiknya ditentukan berdasarkan jenis pekerjaan dan tanggung jawab mengemudinya, bukan sekadar berdasarkan jabatan yang tertulis di struktur organisasi.
Klik Disini Sekarang untuk Terhubung dengan Provider Training & Sertifikasi BNSP Driver Terpercaya!
Apakah Semua Jabatan yang Mengemudikan Kendaraan Perlu Sertifikasi Driver BNSP?
Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika perusahaan mulai menyusun program pengembangan kompetensi. Jawabannya, kebutuhan sertifikasi tidak sebaiknya ditentukan hanya dengan melihat apakah seseorang “bisa menyetir” atau tidak. Pengemudi yang sudah lama berada di balik kemudi belum tentu memiliki kompetensi yang sama dengan pengemudi yang pekerjaannya menuntut standar, prosedur, dan tanggung jawab tertentu.
Sederhananya begini, seseorang mungkin sudah terbiasa mengemudikan mobil selama bertahun-tahun, tetapi ketika kendaraan tersebut digunakan untuk menunjang pekerjaan profesional, ada aspek lain yang perlu diperhatikan. Pengemudi perlu memahami prosedur kerja, keselamatan, pemeriksaan kendaraan, komunikasi di tempat kerja, hingga karakteristik angkutan yang dibawanya. Beberapa skema yang tercatat di BNSP bahkan memiliki unit kompetensi yang secara khusus berkaitan dengan K3, peraturan lalu lintas, dan pemeriksaan fungsi teknis kendaraan.
Jadi, karyawan yang perlu sertifikasi driver / jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver dapat diprioritaskan dari posisi yang menjadikan aktivitas mengemudi sebagai bagian penting dari pekerjaan. Misalnya driver operasional, pengemudi keluarga perusahaan, pengemudi taksi, pengemudi bus, hingga pengemudi yang membawa barang tertentu. Perusahaan kemudian dapat menyesuaikan skema dengan kendaraan, jenis angkutan, serta aktivitas kerja yang dilakukan.
Jabatan Apa Saja yang Sebaiknya Mengikuti Sertifikasi Driver BNSP?
Kalau perusahaan bertanya, “Sebenarnya jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver BNSP itu siapa saja?”, jawabannya cukup luas. Yang paling penting bukan nama jabatan semata, melainkan fungsi mengemudi dan jenis tanggung jawab yang dijalankan.
Berikut beberapa posisi yang dapat menjadi prioritas:
1. Driver Operasional Perusahaan
Driver operasional termasuk salah satu posisi driver yang perlu sertifikasi BNSP untuk dipertimbangkan perusahaan. Pekerjaannya biasanya cukup beragam, mulai dari mengantar dokumen, mengambil barang, membawa karyawan, melakukan perjalanan antar lokasi, sampai mendukung kebutuhan operasional harian.
Karena mobilitasnya tinggi, driver operasional perlu memahami lebih dari sekadar teknik mengemudi. Mereka perlu mampu melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan, menerapkan keselamatan berkendara, memahami rute, serta menjaga kendaraan dan penumpang selama perjalanan.
2. Family Driver atau Pengemudi Kendaraan Keluarga
Family driver mungkin terdengar seperti pekerjaan yang sederhana. Padahal, tanggung jawabnya bisa cukup besar karena pengemudi membawa orang secara langsung dan sering kali harus menjaga kenyamanan serta keselamatan penumpang.
Skema Pengemudi Angkutan Keluarga atau Family Driving sendiri tercatat dalam beberapa LSP terlisensi BNSP. Karena itu, posisi ini termasuk jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver, terutama jika menjadi bagian dari layanan profesional perusahaan atau pengelola kendaraan.
3. Pengemudi Taksi atau Transportasi Penumpang
Pengemudi taksi berhadapan langsung dengan penumpang. Artinya, kompetensinya tidak hanya soal mengendalikan kendaraan, tetapi juga mencakup pelayanan, komunikasi, keselamatan, dan pemahaman terhadap prosedur kerja.
BNSP mencatat skema Pengemudi Taksi sebagai salah satu skema sertifikasi yang tersedia pada LSP tertentu.
4. Pengemudi Bus Pariwisata
Driver bus pariwisata membawa tanggung jawab yang lebih besar karena kendaraan digunakan untuk mengangkut banyak penumpang sekaligus. Kesalahan kecil dapat berdampak pada banyak orang.
Karena karakter pekerjaannya berbeda dengan pengemudi kendaraan kecil, sertifikasi perlu diarahkan pada skema yang sesuai. Dalam data BNSP, terdapat skema Pengemudi Angkutan Pariwisata dengan unit kompetensi tersendiri.
5. Pengemudi Bus AKAP/AKDP
Pengemudi bus antarkota juga termasuk jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver. Perjalanan yang jauh, durasi mengemudi, kondisi lalu lintas, hingga pengelolaan keselamatan penumpang membuat tuntutan kompetensinya berbeda.
BNSP mencatat skema Pengemudi Angkutan Antar Kota Antar Provinsi serta beberapa skema angkutan bus lainnya dalam daftar LSP yang terlisensi.
6. Pengemudi Angkutan Barang
Pengemudi yang membawa barang perusahaan juga dapat menjadi prioritas. Pekerjaannya bukan cuma memindahkan kendaraan dari titik A ke titik B, tetapi juga berkaitan dengan keamanan muatan, prosedur perjalanan, pemeriksaan kendaraan, dan ketepatan proses pengiriman.
Untuk kategori tertentu, tersedia skema pengemudi angkutan barang umum maupun skema yang lebih spesifik.
7. Pengemudi Alat Berat, Peti Kemas, dan Barang Khusus
Ini merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih karena karakteristik muatannya berbeda. BNSP mencatat skema seperti Pengemudi Angkutan Barang Pengangkut Alat Berat, Peti Kemas, dan Barang Khusus.
Perusahaan yang aktivitas operasionalnya berkaitan dengan logistik, konstruksi, manufaktur, atau pergudangan dapat mempertimbangkan sertifikasi yang sesuai dengan tugas pengemudinya.
8. Pengemudi Angkutan B3
Pengemudi yang menangani angkutan bahan berbahaya dan beracun memiliki tuntutan kompetensi yang jauh lebih spesifik. Ada aspek keselamatan, prosedur penanganan, kondisi kendaraan, serta risiko muatan yang harus dipahami.
BNSP juga mencatat skema Pengemudi Angkutan Barang Pengangkut B3.
Jadi, ketika perusahaan bertanya siapa saja yang perlu sertifikasi driver BNSP / jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver, kelompok-kelompok tersebut dapat menjadi prioritas berdasarkan jenis pekerjaan dan risiko operasionalnya.
Mengapa Jabatan Driver Perlu Disesuaikan dengan Skema Sertifikasi?
Menentukan level jabatan driver yang bisa mengikuti sertifikasi sebenarnya tidak cukup hanya berdasarkan senioritas. Pengemudi yang sudah bekerja 10 tahun belum tentu cocok mengambil skema yang sama dengan pengemudi yang membawa barang khusus atau B3.
Beberapa alasannya adalah:
- Jenis kendaraan berbeda, kendaraan penumpang, bus, kendaraan barang, dan kendaraan khusus memiliki karakteristik pengoperasian yang berbeda.
- Jenis muatan berbeda, membawa penumpang tentu memiliki tanggung jawab berbeda dengan membawa alat berat atau B3.
- Risiko pekerjaan berbeda, semakin tinggi risiko pekerjaan, semakin penting perusahaan memastikan kompetensi yang relevan.
- Unit kompetensi berbeda, skema sertifikasi memang dapat memiliki jumlah dan materi unit kompetensi yang berbeda sesuai bidangnya.
- Kebutuhan perusahaan berbeda, driver operasional kantor tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan driver pada perusahaan logistik.
Dengan kata lain, jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver harus dilihat dari pekerjaan aktualnya. Jangan sampai perusahaan memilih skema hanya karena namanya terlihat paling umum.
Bagaimana Perusahaan Menentukan Karyawan yang Perlu Mengikuti Sertifikasi Driver BNSP?
Perusahaan dapat memulainya dari pemetaan sederhana. Cek siapa saja karyawan yang rutin mengemudi, kendaraan apa yang digunakan, siapa yang dibawa atau barang apa yang diangkut, serta seberapa besar tanggung jawab pengemudi dalam aktivitas tersebut.
Setelah itu, HR atau bagian terkait dapat mencocokkan kebutuhan tersebut dengan skema sertifikasi yang tersedia. BNSP sendiri menyediakan layanan verifikasi dan validasi skema untuk memastikan skema sertifikasi sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Cara ini jauh lebih aman daripada langsung mengikutsertakan seluruh driver pada satu skema yang sama. Prinsipnya sederhana yaitu orang yang berbeda pekerjaannya bisa membutuhkan skema kompetensi yang berbeda pula.
Login Sertifikasi Siap Membantu Program Training dan Sertifikasi Driver untuk Berbagai Jabatan
Menentukan jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver memang terlihat sederhana, tetapi dalam praktiknya perusahaan perlu memastikan skema yang dipilih benar-benar relevan dengan pekerjaan. Di sinilah Login Sertifikasi dapat membantu perusahaan memetakan kebutuhan training dan sertifikasi berdasarkan jabatan, aktivitas, serta kebutuhan kompetensi driver.
Program dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan pengemudi, mulai dari family driver, taksi, bus pariwisata, AKAP/AKDP, hingga pengemudi angkutan barang tertentu. Dengan pemetaan yang tepat, perusahaan tidak sekadar memberikan sertifikat, tetapi juga mengarahkan pengembangan kompetensi ke pekerjaan yang benar-benar dijalankan karyawan.
Baca Juga : Program Resmi Training dan Sertifikasi Driver untuk Perusahaan
Hubungi Login Sertifikasi untuk Konsultasi Skema Sertifikasi Driver
Pada akhirnya, tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua perusahaan mengenai siapa saja yang perlu sertifikasi driver BNSP / jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver. Driver operasional, family driver, pengemudi bus, pengemudi angkutan barang, sampai pengemudi B3 memiliki kebutuhan kompetensi yang berbeda. Karena itu, pemilihan skema sebaiknya mengikuti fungsi pekerjaan dan karakteristik aktivitasnya.
Kalau perusahaan Anda sedang mencari training dan sertifikasi driver untuk berbagai jabatan, Login Sertifikasi siap membantu memberikan konsultasi dan mengarahkan kebutuhan program sesuai kondisi perusahaan. Hubungi Login Sertifikasi melalui WhatsApp di nomor 0821-2121-6459 atau kunjungi website loginsertifikasi.co.id untuk mendiskusikan skema yang paling sesuai bagi tim driver Anda.
Tag : jabatan yang sebaiknya mengikuti sertifikasi driver BNSP, jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver, siapa saja yang perlu sertifikasi driver BNSP, jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver, karyawan yang perlu sertifikasi driver, jabatan yang cocok mengikuti training dan sertifikasi driver, posisi driver yang perlu sertifikasi BNSP, level jabatan driver yang bisa mengikuti sertifikasi.












